Featured Post 4

Tulisan :

A Man Who was Supermen

Rabu, 25 September 2013

Resensi Film:
Bismillahirrahmanirrahim
Song Soo-jung adalah seorang produser yang sedang menjalani tahun ketiganya di sebuah perusahaan kecil. Keahliannya adalah membuat film tentang cerita orang-orang yang unik. Dia membuat film-film tersebut dengan harapan suatu hari bisa menjadi salah satu rakyat Korea yang berhasil meraih penghargaan Oprah Winfrey. Namun sepertinya dia sedang berada di akhir harapan dari harapannya itu. Setelah berbulan-bulan dia tidak mendapatkan bayaran, dia pergi dari kantor dengan membawa kamera untuk membuat cerita tentang singa yang sedang makan daging di Afrika sana. Di tengah perjalanannya, tepatnya ketika dia tertidur di stasiun kameranya dicuri. Melihat si pencuri, Song Soo-jung mengejarnya dan saat menyebrang jalan dan dia hampir tertabrak truk kontainer apabila tidak diselamatkan oleh lelaki berpakaian kemeja Hawai yang mengaku dirinya sebagai “Superman”.
Si Superman mengaku bahwa dia telah kehilangan kekuatan supernya karena si Botak telah menanamkan pecahan batu kryptonite di bagian belakang kepalanya yang membuatnya menjadi seorang manusia biasa tanpa kekuatan super. Tetapi kehilangan kekuatan bukan berarti membuatnya tidak aktif untuk ikut berperan menjaga bumi dari serangan global warming dan selalu menolong orang. Soo-jung bisa melihat ini akan menjadi sebuah cerita yang menarik dengan sedikit sentuhan dan arahan, akhirnya dia membuat film berjudul “Superman menyelamatkan bumi” yang dia prediksi akan menjadi film dokumenter dengan rating yang tinggi.
Tetapi di akhir pembuatan film, Superman mengalami serangan kejang-kejang seperti biasanya, tetapi kali ini mengharuskannya dibawa ke rumah sakit karena stock obatnya habis. Setelah kepalanya di rontgen, terlihat penyebab Superman selalu kejang-kejang, di kepalanya bersarang sebuah peluru.
Akhirnya, cerita sesungguhnya mengapa Superman (nama aslinya Lee Hyuk-Suk) bisa menjadi ‘abnormal’ seperti ini mulai terkuak. Dua tragedi besar yang membuat Hyun-Suk trauma dan membuat dia percaya bahwa dia Superman sesungguhnya. Ketika Lee kecil, dia melihat film Superman bersama ayahnya, seorang yang berkata jika Lee menghitung sampai 100, dia akan menjadi seorang Superman. Kemudian ayahnya meninggal dalam sebuah tragedi tembak menembak, dan Lee pun ikut tertembak di bagian belakang kepalanya. Ajaibnya, Lee tetap hidup bersama peluru bersarang di kepalanya.
Beberapa tahun berselang, istri dan anak perempuannya meninggal pada tragedi kecelakaan mobil. Istrinya langsung meninggal, namun putrinya masih bertahan. Di tangah kobaran api, Lee berkata kepada putrinya untuk berhitung sampai 100, Lee akan berubah menjadi Superman untuk menyelamatkannya. Sayangnya, saat dia berlari menuju mobil dengan alat pemadam api, namun peluru yang bersarang lama di kepalanya membuatnya kejang-kejang dan terkapar di jalan. Kesakitan terkapar di jalan dan mobilnya meledak bersama putri serta istrinya. Tidak adak satupun dari warga sekitar yang menolong Lee dan putrinya.
Momen itu yang kemudian membuat trauma mentalnya sehingga Lee percaya dia adalah Superman. Lee mengisi hidupnya dengan kepercayaan bahwa dialah Superman. Soo-jung mengikuti usaha Lee untuk menolong orang-orang dengan mengenakan pakaian anehnya. Dengan “usaha super”nya Lee berharap orang-orang bisa mengikuti contoh perbuatannya yang ternyata selama ini tidak ada yang mengikutinya, mereka justru berpikir bahwa Lee aneh dan gila. Tetapi semua berubah dan harapan Lee terwujud setelah dia hampir kehilangan harapan menolong polisi yang terjepit mobil tiba-tiba semua orang di sekitarnya bersama-sama mebantu Lee.
Namun, ketika Lee berusaha menolong anak dari gedung yang terbakar, memaksa Lee untuk pergi sendiri. Di tengah kepungan api yang menjilat-jilat Lee tidak bisa menemukan jalan keluar, sehingga dia memutuskan untuk meloncat melalui jendela dengan seorang bocah di pelukannya, naas Lee mendarat dengan kepalanya terlebih dahulu. Dari situ Lee terbang kembali ke masa lalunya untuk menyelamatkan masa kecilnya dari peluru yang telah menembak kepalanya. Dia pun kembali dengan menyelamatkan seorang bocah. Di rumah sakit, dada Lee menjadi memiliki tanda “S” (layaknya supermen di kaosnya). Setelah kematian Lee, dia masih tetap menjadi “Supermen” dengan mendonorkan semua organ tubuhnya, seperti; jantung, hati, ginjal, dan lain-lain. Dengan sikap Lee mendonorkan itulah, Soo-jung pun terinspirasi untuk selalu berusaha menolong setiap orang sesuai kemampuannya.
Dari kenangannya Soo-jung teringat kata-kata Lee Hyun-Suk ketika mereka pertama kali bertemu "Kekuatan tidak bisa membuka pintu besi yang besar, namun cukup kunci yang kecil bisa."

Wallahu a’lam bish shawab
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright Berpetualang 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.