Featured Post 4

Tulisan :

Manusia Setinggi Lutut

Rabu, 25 September 2013

Bismillaahirrahmanirrahiim
Manusia setinggi lutut. Begitulah orang-orang memanggilnya. Karena pada kenyataannya, ia memang hanya seperti itu. Ia memiliki anggota badan yang normal. Hidung satu dan punya lubang dua dan menghadap ke bawah tentunya. Tapi ada satu hal yang membuat tidak puas. Tingginya hanya SETINGGI LUTUT MANUSIA DEWASA. Alangkah tidak PD nya ia ketika berdampingan dengan teman-temannya. Padahal, ia ingin banget jadi pramugara, kiper sepakbola, atau presiden Indonesia. Maka dengan hati yang tidak puas ia berjalan-jalan mencari pencerahan. Ia membayangkan seandainya ia punya badan kekar, tinggi mekar bisa terbang...
Hingga tibalah ia di sebuah padang rumput. Ia lihat sekawanan kerbau sedang asyik merumput. Ia lihat badan mereka besar, dan kekar. “Wah iya!” Ia pun segera bertanya kepada PAK KERBAU, “mengapa kau bisa besar dan kekar?” Pak kerbau pun menjawab, “Aku tak tahu secara pasti. Yang jelas, setiap hari aku selalu makan rumput banyak-banyak”..Yes, terima kasih atas “ramuan ajaib” yang diberikan (dalam hati Manusia Setinggi lutut berbicara dengan semangat).
Segera ia mengumpulkan rumput-rumput yang paling segar. Dengan penuh semangat, ia pulang membawa segepok rumput dan harapan: menjadi kuat dan BESAR!
Beberapa hari kemudian, setelah ia rutin makan rumput segar 3 kali sehari.. tubuhnya tetap sama. Tingginya tak jauh beda. Hanya saja... perutnya melilit luar biasa..! ternyata, “ramuan ajaib” Pak Kerbau sama sekali tak cocok untuknya!
Dia pun kembali berkeliling mencari jawaban. Bagaimana bikin badan jadi tinggi semampai?
Di rimbunan pohon yang meninggi. Ia melihat kawanan Jerapah sedang asyik meliukan leher sambil makan dedaunan di atas sana. Olala! Segera ia mendekatkan diri. Lalu menanyakan rahasia agar bisa menjulang tinggi.
Omm,omm Jerapah (panggilnya), “Kenapa badannya bisa tinggi?”, jawab Omm Jerapah, “Apa ya? Dari lahir hingga sekarang, aku terus berkembang menjadi tinggi. Makananku, dedaunan pohon seperti ini. “begitu ujar Omm Jerapah. Wah, bisa dicoba! Tak tunggu lama, ia mencoba “resep” baru yang ditemukan. Hasilnya?
Seminggu kemudian, setelah tiap hari ia menahan pahitnya rasa dedaunan yang ditelan, akhirnya keinginannya belum terpenuhi. Badannya tetap mungil, kecil. Ternyata masih nihil!
Meski belum sukses, ia tak patah asa. Tekadnya tetap membara! Ia terus mencari “ramuan ajaib” yang tepat untuknya. Ia coba cara Kuda Nil mandi lumur tengah hari, cara kelinci sedia wortel sebelum lapar, cara elang yang malah bikin kakinya kesleo, (karena berusaha loncat dari ketinggian). Setelah lama mencoba, mencoba, dan mencoba. Mulailah semangatnya mengendor.
Dan di sanalah ia terduduk sendirian di bawah pohon yang rindang, meratapi nasibnya yang memprihatinkan..Kacian dech luh..(hahaha: tawa penulis)
Saat ia masih tenggelam dalam kesedihan yang mendalam, teringatlah ia keberadaan Kakek bijaksana. Kakek itu dianggap oleh para makhluk yang hidup di situ sebagai seseorang yang sangat arif dan sering dimintai pendapat bila para penghuni daerah itu menghadapi persoalan-persoalan yang pelik.
Sampailah ia ke tempat sang kakek bijaksana. Ia pun mengutarakan kegalauan di dalam hatinya (wawa..wiwiwiwi.wuwuwuw..wowoowo..weewewewe) Setelah mendengar semua penuturannya. Kakek bijaksana tersenyum lembut. Lalu kakek itu berkata, “Cucuku, setiap makhluk punya keunikannya sediri-sendiri. Mereka punya kelebihan, juga kekurangan masing-masing. Sang kakek berhenti, menarik nafas sejenak. Kemudian ia melanjutkan, “nanti, carilah pohon tertinggi yang ada di daerah sini. Naiklah ke puncak pohon itu. Cucuku, engkau akan melihat pemandangan indah yang tidak semua makhluk bisa menyaksikannya.” Sang kakek diam lagi. Matanya sejuk menatap Manusia Setengah Lutut yang mendengarkan nasehat dengan takzimnya. “syukurilah setiap anugerah Allah untukmu, maka engkau akan menemukan berbagai keajaiban yang Allah titipkan padamu.”



Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright Berpetualang 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.